Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga
mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari
alat-alat yang dapat menghasilkan irama.Walaupun musik adalah sejenis fenomena
intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk
seni. Mendengar musik pula adalah
sejenis hiburan. Musik adalah
sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.
Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern Homo sapien yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun
yang lalu. Tiada siapa tahu bila manusia mula mengenal seni dan musik. Dari
penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah
menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak
manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan, mereka membuat
pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan
kemampuan otak ini, mereka bisa berpikir lebih jauh hingga di luar nalar dan
mencapai imajinasi dan spiritual. Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk di antara mereka.
Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama
hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama
panggilan untuk sesorang.Dalam kehidupan yang berpindah-pindah, mereka mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanan mereka kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba.
Manusia menyatakan perasaan takut mereka dan gembira menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara mereka menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat. Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut besar menjadi gendang.
Musik Indonesia atau yang disebut musik Nusantara
merupakan semua musik yang berkembang di Nusantara ini, yang mencerminkan atau
menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam segi bahasa maupun gaya melodinya.
Musik Nusantara sendiri terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong,
musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.
Terdapat tahapan- tahapan dalam perkembangan musik Indonesia (nusantara), yaitu
:
Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi-bunyian yang dihasilkan dari anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembang musik- musik istana khususnya di daerah Jawa.Pada saat itu, musik tidak hanya digunakan sebagai bagian dari sebuah ritual saja, namun juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan sebagai sarana hiburan para tamu raja. Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Musik pada masa ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.
Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam Musik Indonesia
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi-bunyian yang dihasilkan dari anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembang musik- musik istana khususnya di daerah Jawa.Pada saat itu, musik tidak hanya digunakan sebagai bagian dari sebuah ritual saja, namun juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan sebagai sarana hiburan para tamu raja. Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Musik pada masa ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.
Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam Musik Indonesia
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
Alat-Alat Musik
Identitas musik Indonesia seperti yang kita kenal sekarang dimulai sebagai Zaman
Perunggu budaya bermigrasi ke kepulauan Indonesia pada abad
ke-2 SM-3. Musik tradisional dari suku Indonesia sering menggunakan instrumen
perkusi, terutama gendang ( drum ), dan gong . Beberapa dari mereka mengembangkan alat musik yang rumit dan khas,
seperti sasando instrumen string dari Rote pulau, angklung dari masyarakat Sunda , dan kompleks dan canggih gamelan orkestra dari Jawa dan Bali .
Gamelan
Bentuk yang paling populer dan terkenal dari musik Indonesia mungkin gamelan , sebuah ensemble dari tuned instrumen
perkusi yang mencakup metalofon , drum , gong , dan biola lonjakan bersama dengan bambu seruling . Ansambel serupa yang lazim di seluruh Indonesia dan Malaysia , namun gamelan berasal dari Jawa, Bali, dan Lombok .
Di Jawa Tengah, gamelan yang rumit dan cermat ditata. Melodi pusat
dimainkan pada metalofon di tengah orkestra, sedangkan elaborasi depan dan
ornamen pada melodi, dan, di belakang, gong perlahan menekankan musik. Ada dua
sistem tuning. Gamelan Setiap disetel untuk dirinya sendiri, dan interval
antara catatan pada skala bervariasi antara ansambel. Para metalofon meliputi
empat oktaf, dan termasuk jenis seperti slenthem , demung , saron panerus , dan balungan . Jiwa gamelan diyakini berada di gong besar, atau ageng gong . Gong lainnya yang sesuai untuk setiap not skala dan termasuk ketuk , kenong dan kempul . Bagian depan orkestra yang beragam, dan termasuk rebab , suling , siter , bonang dan gambang . Chorus Pria ( Gerong ) dan (perempuan pesindhen ) tunggal vokalis yang umum.
Dengan kedatangan Belanda penjajah, sistem nomor disebut kepatihan dikembangkan untuk merekam musik. Musik dan tari pada waktu itu dibagi
menjadi beberapa gaya berdasarkan pengadilan utama di daerah - Surakarta , Yogyakarta , Pakualaman dan Mangkunegaran .
Gamelan dari Jawa Timur kurang dikenal daripada bagian tengah atau barat
pulau. Mungkin yang paling khas dari daerah adalah sangat besar gendang gamyak . Di Jawa Barat, sebelumnya Sunda , memiliki beberapa jenis gamelan. Gamelan
Degung , gamelan
salendro , dan tembang sunda tiga jenis utama. The Jawa Osing minoritas di Jawa Timur dikenal untuk musik sosial untuk pernikahan dan
perayaan lainnya, disebut Gandrung , serta angklung , dimainkan oleh anak-anak muda amatir, yang sangat mirip dengan Bali gamelan.
Kecapi Suling
Kecapi Suling adalah jenis musik
instrumental yang sangat improvisasi dan populer di bagian Jawa Barat yang mempekerjakan dua instrumen, kecapi (kecapi) dan suling (seruling bambu). Hal ini terkait dengan tembang sunda .
Angklung
Angklung adalah alat bambu asli musik kepada orang-orang Sunda Jawa Barat.
Hal ini terbuat dari tabung bambu yang melekat pada bingkai bambu. Tabung yang
sudah diukir sehingga mereka memiliki resonan pitch khas ketika sedang
bergetar. Angklung masing-masing hanya memainkan satu nada.
Kulintang
Kolintang atau kulintang adalah perkusi perunggu dan kayu instrumen asli
timur Indonesia dan juga Filipina. Di Indonesia hal ini sangat terkait dengan Minahasa masyarakat Sulawesi Utara, namun juga populer di Maluku dan Timor .
Sasando
Sasando adalah memetik senar instrumen asli Rote pulau Nusa Tenggara
Timur . Bagian-bagian dari sasando adalah silinder bambu
yang dikelilingi oleh beberapa wedges mana senar-senar direnggangkan,
dikelilingi oleh penggemar tas-seperti lontar kering atau daun lontar
(Borassus flabellifer), berfungsi sebagai resonator dari instrumen.
Tapanuli Ogong
Pertunjukan musik dari daerah Tapanuli dari Batak dari Sumatera
Utara . Tapanuli ogong adalah bentuk musik dansa dimainkan dengan jenis kecapi , terompet dan seruling .
Genre
Di dunia beragam genre musik Indonesia adalah hasil dari kreativitas musik
rakyatnya, dan juga pertemuan budaya berikutnya dengan pengaruh musik asing ke
nusantara. Selanjutnya bentuk asli khas musik, beberapa genre dapat menelusuri
asal-usulnya pengaruh asing, seperti gambus dan qasidah dari musik Timur Tengah
Islam, keroncong dari pengaruh Portugis, dan dangdut dengan pengaruh musik
Hindi terkenal.
Musik Folk
Musics Indonesia rakyat daerah pop mencerminkan keragaman budaya
Indonesia dan Indonesia
etnis , sebagian besar menggunakan bahasa lokal dan campuran musik gaya barat dan regional dan instrumen. Musik rakyat
Indonesia cukup beragam, dan hari ini mencakup pop, rock, rumah, hip hop dan genre lainnya, serta bentuk-bentuk yang berbeda Indonesia. Ada
beberapa jenis musik "etnik" pop, umumnya dikelompokkan bersama
sebagai Pop Daerah (pop daerah). Ini termasuk Pop sunda , Pop Minang, Batak Pop, Pop Melayu, Pop Ambon, Minahasa Pop dan
lain-lain. Selain menampilkan warisan Lagu Daerah (lagu-lagu tradisional
daerah) dari masing-masing budaya daerah, musisi juga dapat membuat beberapa
komposisi baru dalam bahasa ibu mereka sendiri.
Tembang Sunda
Tembang sunda , juga disebut Seni mamaos Cianjuran, atau hanya Cianjuran, adalah
bentuk puisi sung yang muncul di era kolonial dari Cianjur . Ini pertama kali dikenal sebagai seni aristokrat, satu komposer
Cianjuran adalah RAA Kusumahningrat (Dalem Pancaniti), penguasa Cianjur
(1.834-1.862). Instrumen Cianjuran adalah Kacapi indung, Kacapi rincik dan suling atau seruling bambu, dan rebab untuk salendro komposisi. Liriknya biasanya dinyanyikan dalam ayat gratis, tetapi versi
yang lebih modern, panambih , adalah dangding. Ini biasanya drum.
Jaipongan
Jaipongan adalah musik dansa yang sangat kompleks ritmis dari masyarakat Sunda dari Jawa Barat. Ritme ini bertanggung jawab untuk mengubah tampaknya
secara acak, sehingga menari sulit bagi sebagian besar pendengar. Instrumen
sepenuhnya Sunda, benar-benar tanpa instrumen diimpor. Ini diciptakan oleh
seniman seperti Gugum Gumbira setelah Sukarno dilarang rock and roll dan genre Barat lainnya di tahun 60-an.
Gambus
Gambus harfiah berarti oud , mengacu pada jenis kecapi atau 12-string gitar berbentuk buah pir, adalah musik Tengah-Timur yang
diturunkan vokal dan instrumental Islam. Tradisi ini mulai dimasukkan seluruh
banyak daerah di Indonesia oleh abad ke-16.
Qasidah Modern
Qasidah adalah kuno Arab kata untuk puisi-puisi religius disertai dengan nyanyian dan perkusi.
Qasidah modern yang menyesuaikan ini untuk khalayak pop. Hal ini digunakan
untuk menunjukkan suatu jenis orkestra dan musik yang dimainkannya, diyakini
diperkenalkan oleh pemukim Muslim dari Yaman . Qasidah modern yang berasal dari pop Islam, menambahkan dialek lokal dan
lirik yang membahas isu-isu kontemporer Indonesia. Meskipun populer di kalangan
orang-orang Arab di Indonesia, telah mendapatkan popularitas sedikit di tempat lain.
Bentuk kontemporer Islam Timur Tengah dipengaruhi musik di Indonesia adalah
Debu , yang menampilkan sufisme pendekatan pada musik untuk menyebarkan pesan mereka.
Kroncong
Kroncong (ejaan alternatif: Keroncong ) telah berkembang sejak kedatangan Portugis , yang membawa bersama mereka Eropa instrumen. Pada awal 1900-an, itu dianggap sebagai musik kelas rendah
perkotaan. Hal ini berubah pada tahun 1930-an, ketika industri film Indonesia
meningkat mulai menggabungkan keroncong. Dan kemudian bahkan lebih di
pertengahan sampai akhir 1940-an, menjadi terkait dengan perjuangan
kemerdekaan .
Mungkin yang paling terkenal lagu dalam gaya keroncong adalah Bengawan Solo , yang ditulis pada tahun 1940 oleh Gesang
Martohartono , seorang Solo musisi. Ditulis selama Tentara
Kekaisaran Jepang pendudukan pulau di Perang Dunia
II , lagu (tentang Sungai
Bengawan Solo , sungai Jawa terpanjang dan paling penting) menjadi
sangat populer di kalangan orang Jawa, dan kemudian secara nasional ketika
rekaman yang disiarkan melalui radio lokal stasiun. Lagu ini juga menjadi cukup
populer dengan tentara Jepang, dan ketika mereka kembali ke Jepang pada akhir perang re-rekaman itu (oleh seniman Jepang) menjadi
best-seller. Selama bertahun-tahun telah dirilis ulang berkali-kali oleh
seniman terkenal, terutama di Asia tetapi juga di luar (seperti Anneke
Grönloh ), dan di beberapa tempat itu terlihat sebagai
typifying musik Indonesia. Gesang dirinya tetap eksponen paling terkenal dari
gaya, yang meskipun dipandang sekarang sebagai tepung agak dan
"tanggal" bentuk masih populer di kalangan segmen besar penduduk,
terutama generasi tua.
Setelah Perang Dunia II dan selama Revolusi Nasional Indonesia (1945-1949)
dan setelah itu, keroncong dikaitkan dengan patriotisme, karena banyak penyair
Indonesia dan lagu-lagu patriotik penulis menggunakan fusi keroncong dan agak
jazz sebagai genre karya mereka. Romantisme perang patriotik tema dan romantis
jelas dalam karya-karya Ismail
Marzuki , seperti Rayuan Pulau
Kelapa , Indonesia
Pusaka , Sepasang Mata Bola , Keroncong
Serenata dan Juwita Malam . Lagu-lagu
patriotik dapat dinyanyikan di dalam lagu atau bahkan di orkestra, tetapi
paling sering dinyanyikan dalam keroncong gaya yang dikenal sebagai keroncong
Perjuangan (keroncong perjuangan). The diva keroncong, Waldjinah , Sundari Sukoco dan Hetty Koes
Endang , berperan penting dalam menghidupkan kembali gaya
tahun 1980-an.
Langgam Jawa atau Tembang Jawa
Ada gaya keroncong asli Surakarta (Solo) disebut Langgam Jawa , yang sekering keroncong dengan gamelan tujuh-catatan skala.
Gambang Kromong
Pada awal abad ke-20, keroncong digunakan dalam jenis teater yang disebut komedi stanbul , diadaptasi untuk tujuan ini,
musik itu disebut gambang kromong. Gambang kromong cukup lazim di Betawi budaya Jakarta.
Dangdut
Dangdut awalnya seorang Indonesia musik dansa yang telah menyebar di seluruh Asia Tenggara, menjadi gaya pop yang
dominan pada pertengahan 1970-an. Terkenal untuk mengalahkan berdenyut dan
lirik yang sedikit moralistik yang menarik bagi pemuda Muslim, bintang dangdut
mendominasi adegan pop modern. Namun dangdut - terutama dilakukan oleh penyanyi
perempuan - juga sering menampilkan gerakan tari sugestif dan lirik nakal untuk
menarik penonton lebih besar. Perkembangan ini ditentang keras oleh seniman
generasi tua konservatif dangdut.
Dangdut didasarkan sekitar penyanyi, dan bintang-bintang termasuk Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih (Raja dan Ratu Dangdut), Mansyur S. , A. Rafiq , Camelia Malik dan Fahmy Shahab , bersama dengan Cici Paramida , Evie Tamala , Inul
Daratista , Julia Perez dan Dewi Perssik dari generasi yang lebih muda.
Campursari
Sebuah gaya fusion musik musik tradisional Jawa dan dangdut yang lazim di Jawa lingkup budaya, terutama Jawa Tengah , Yogyakarta dan Jawa Timur . Ada juga versi Sunda campursari lazim di Bandung wilayah Jawa Barat . Mungkin terbesar seniman saat ini adalah Didi Kempot .
Musik
Kontemporer
Musik kontemporer Indonesia adalah beragam dan bersemangat. Sepanjang
sejarahnya, musisi Indonesia yang terbuka terhadap pengaruh asing genre musik
berbagai dunia. Jazz Amerika yang banyak dipasarkan di Asia, dan foxtrots,
tango, Rumbas, blues dan gaya gitar Hawaii semuanya ditiru oleh musisi
Indonesia. [4] Sebagai hasil
berbagai genre dikembangkan dalam bingkai musik Indonesia, Indonesian pop,
rock, jazz, dan hip hop.
Musik Indonesia juga memainkan peran penting dalam budaya pop kreatif
Indonesia, terutama sebagai soundtrack atau lagu tema perfilman
Indonesia dan sinetron Indonesia (TV drama). Indonesia populer Film Badai Pasti Berlalu
(1977) juga diproduksi soundtrack sukses memukul dengan judul yang sama di
tahun yang sama, soundtrack itu remaked tahun 1999 dengan Chrisye sebagai penyanyi utama dan diberikan oleh Erwin Gutawa dalam gaya orkestra. Pada tahun 2007 film ini juga sedang remaked lagi
dengan soundtrack baru yang masih menampilkan lagu-lagu yang sama yang
dilakukan oleh seniman generasi muda. Lain Indonesia populer yang datang dari
film remaja usia Ada Apa Cinta
Baru (2002) juga menghasilkan hit soundtrack sukses dengan
lagu-lagu kebanyakan ditulis dan dilakukan oleh Melly Goeslaw .
Saat ini industri musik Indonesia menikmati popularitas nasional. Berkat
budaya umum dan bahasa dimengerti antara Indonesia dan Malaysia , musik Indonesia menikmati popularitas regional di negara-negara tetangga
seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Namun popularitas yang luar biasa dari
musik Indonesia di Malaysia telah membuat khawatir industri musik Malaysia.
Pada tahun 2008 industri musik Malaysia menuntut pembatasan lagu Indonesia pada
siaran radio Malaysia.
Orchestra
Para musik klasik telah mencapai Indonesia sejak era Hindia
Belanda pada awal abad ke-18, hanya dinikmati oleh segelintir
orang kaya pemilik perkebunan Belanda dan petugas di klub sosial elit dan ballroom
seperti Societeit Harmonie di Batavia dan Societeit Concordia di Bandung . De Schouwburg van Batavia (sekarang Gedung Kesenian Jakarta) dirancang
sebagai gedung konser di abad ke-19. Diasosiasikan sebagai musik warga kelas
halus, kaya dan berpendidikan tinggi, musik klasik eksklusif dan prestisius
pernah menembus seluruh penduduk selama masa kolonial Hindia Timur. Jenis barat
yang diturunkan musik yang melampaui penghalang sosial pada saat itu Kroncong,
dikenal sebagai musik kelas bawah.
Sebuah kelompok amatir yang disebut "Bataviasche Philharmonic
Orchestra" didirikan pada zaman kolonial Belanda, kemudian berubah menjadi
orkestra Nirom, segera setelah stasiun penyiaran radio Nederlandsch-Indische
Radio Omroep Maatschappij lahir pada tahun 1912. Hari ini dikenal sebagai Jakarta Symphony Orchestra yang telah ada di dunia musik negeri selama hampir satu abad melalui
format yang berubah sesuai tren yang berlaku dan kebutuhan. Pada tahun 1950,
penggabungan dari Cosmopolitan Orchestra di bawah Joel Cleber dan Jakarta
Studio Orchestra di bawah Sutedjo dan Iskandar tampil sebagai Djakarta Radio
Orchestra di bawah Henkie Strake untuk repertoar klasik, dan Jakarta Studio
Orchestra yang dipimpin oleh Syaiful Bachri khusus di potong Indonesia. Pada
tahun 2010 Jakarta Symphony Orchestra menggelar comeback setelah absen cukup
lama.
Pada 1960-an hingga 1980-an musik klasik di Indonesia ditayangkan terutama
oleh siaran radio nasional layanan Radio Republik Indonesia ( RRI ) dan stasiun TV nasional Televisi Republik Indonesia ( TVRI ) melalui program-program mereka. Selama dekade ini, orkestra klasik
terutama dikembangkan di Universitas sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi
siswa yang meliputi paduan suara . Pada 1990-an kelompok profesional simfoni orkestra mulai mengambil
bentuk, terutama The Twilite Orchestra yang dipimpin
oleh Adie MS, didirikan pada bulan Juni 1991, awalnya sebuah ensemble dengan 20
musisi. Ensemble ini telah dikembangkan sejak itu menjadi orkestra simfoni
penuh dengan 70 musisi, yang 63-anggota Twilite Chorus, dan repertoar yang
berkisar dari Beethoven untuk The Beatles . [7] Orkestra
tersebut telah memainkan peran dalam mempromosikan musik Indonesia, terutama di
pelestarian lagu nasional oleh komposer Indonesia dan lagu-lagu tradisional.
Dibantu oleh Philharmonic Orchestra Victoria dengan Twilite Chorus, Addie MS merekam ulang lagu nasional Indonesia, Indonesia
Raya , oleh WR Supratman dalam pengaturan aslinya orkestra sebesar Jos Cleber , serta lagu-lagu nasional Indonesia lainnya populer di album Simfoni
Negeriku.
Hari ini, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan
Surabaya tidak asing dengan musik orkestra, dengan kelompok mereka sendiri
simfoni. Jakarta, misalnya, memiliki perusahaan Nusantara Symphony Orchestra,
Twilite Orchestra dan Jakarta Chamber Orchestra.
Pop
Indonesia pop music saat ini hanya dikenal sebagai "pop
Indonesia" sangat dipengaruhi oleh tren dan rekaman dari Amerika. Meskipun
pengaruh mulai dari Bollywood soundtrack di Hollywood tindakan pop yang jelas, fenomena pop Indonesia tidak sepenuhnya
derivatif; itu mengungkapkan sentimen dan gaya hidup kontemporer Indonesia.
Koes Bersaudara kemudian dibentuk sebagai Koes Plus dianggap sebagai salah satu pelopor Indonesia pop dan rock 'n roll di
musik tahun 1960-an dan 1970-an. Pengaruh musik Amerika dan Inggris yang jelas
dalam musik Koes Bersaudara, The Beatles dikenal sebagai pengaruh utama dari band ini. Beberapa pop Indonesia dan
penyanyi balada yang selamat melalui dekade dan menjadi legenda musik
Indonesia, seperti Iwan Fals , Franky Sahilatua dan Chrisye . Saat ini, band-band populer termasuk Peterpan , Radja , Gigi , Dewa 19 , Sheila on 7 , D'Masiv , dan Nidji , yang semuanya teratur tur di Indonesia, Singapura dan Malaysia dan
tampil di MTV Asia .
Beberapa band pop Indonesia yang menghidupkan kembali dengan mereka Melayu akar dan menghidupkan kembali sebuah genre yang disebut "Band Pop
Melayu" (Band Pop Melayu) dan populer di tahun 2000-an. Band-band Melayu
pop adalah Kangen Band, WALI, Hijau Daun, Armada, Angkasa, dan ST 12 . Genre ini adalah bentuk kontemporer gaya lama Melayu Orkes, begitu
populer di daerah di seluruh Indonesia dan Malaysia.
Pengaruh asing yang paling baru pada musik pop Indonesia adalah gaya dan
genre J-pop dan K-pop . Beberapa band seperti J-Rocks , Geisha, Daishi dan SM * SH boyband yang meniru gaya Jepang dan Korea budaya pop. Dan juga sperading generasi baru Band Girl, efek samping
sementara boyband didirikan di Indonesia, seperti 7icons , Cherry Belle , dan juga JKT48
Pengaruh asing paling baru pada musik pop Indonesia, yaitu J-pop dan K-pop , benar-benar membuat perbedaan besar pada remaja Indonesia. Remaja (juga anak-anak,
remaja, dan beberapa orang dewasa) pergi gila atas sebagian besar K-pop Girlbands dan boybands, dan beberapa menuduh girlbands Indonesia dan
boybands bahwa mereka menjiplak beberapa K-pop girlbands dan boybands.
Rock
Sama seperti musik pop, Indonesia batu adegan juga sangat dipengaruhi oleh
perkembangan musik rock di Amerika. The Indonesia paling berpengaruh band rock
mungkin Panbers dan God Bless yang populer di tahun 1970-an dan 1980-an. Pada akhir
1980-an sampai pertengahan 1990-an penyanyi batu beberapa perempuan dikenal
sebagai "Lady Rocker" yang terkenal di Indonesia, seperti Nicky Astria , Inka Christie, dan Anggun yang memulai karirnya sebagai seorang penyanyi pop-rock di Indonesia
sebelum pindah ke Perancis dan mengejar karir internasionalnya. Lain band rock
penting termasuk Slank , Netral, / rif dan Jamrud .
Jazz fusion
Beberapa musisi Indonesia dan band mengeksplorasi jazz music. Terkemuka Indonesia musisi jazz adalah: Modulus Band, Karimata
Band, Barry Likumahua, Indra Lesmana, Syaharani, Maliq &
D'Essentials dan Trisum (Tohpati, Dewa Budjana, Balawan dan).
Berbagai kelompok lain sekering kontemporer kebarat-baratan jazz fusion musik tradisional dengan musik etnik tradisi kampung halaman mereka. Dalam kasus Krakatau dan Sambasunda , band asal Jawa Barat, orang Sunda Kacapi Suling tradisional dan gamelan
dilakukan bersama drum set, keyboard dan gitar. Band lain seperti Bossanova
Jawa yang tergabung musik Jawa dengan bossa nova, sedangkan sekering jazz
Kulkul dengan gamelan Bali. The Jakarta International Java Jazz Festival yang dilakukan setiap tahun, menampilkan Internasional terkenal serta
musisi jazz Indonesia. Hal ini telah menjadi salah satu acara Jazz yang paling
penting di wilayah tersebut. Berbagai macam jazz bertahan dalam proyek
Indonesia Indie, seperti Ecoutez , Sandy Sandoro , dan banyak lagi "non-label"
band atau penyanyi. Dan mereka kualitas musik yang tidak kalah bersaing dan
jazz kelas dunia.
Legenda Musik
Indonesia
Dari Gesang , Koes Bersaudara / Koes Plus, Dara Puspita, Alfian, Titiek Puspa , Guruh Gipsy , Gombloh , Bing Slamet , Benyamin Sueb , Godbless, Chrisye , Darso (Calung X), Harry Roesli (50's-70) sampai Fariz RM , Iwan Fals , dan banyak lagi. Ada juga The Tielman
Brothers yang berasal dari Indonesia, tetapi mereka
mendapatkan popularitas di Eropa , terutama Belanda .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar